Senin, 26 Mei 2014

cara paling murah buat laju motor kencang

Hampir semua pengendara sepeda motor pasti menginginkan kendaraanya bisa ‘berlari’ kencang. Tapi, bagaimana caranya membuat kendaraan mampu melaju kencang diatas standar? Asal tahu saja, untuk membuat sepeda motor bisa dipacu kencang, salah satunya dengan meng- up grade pengapian. Diantaranya mengganti CDI, koil dan mengganti busi.
Namun, untuk penggantian semua pengapian tersebut di atas membutuhkan anggaran yang cukup ‘menguras’ kantong. Nah, bagaimana dengan bikers yang berkantong pas-pasan?
Bagi bikers yang mempunyai uang pas-pasan, saat ini ada metode murah yang bias diterapkan. Namun, hasilnya dijamin sangat luar biasa, yaitu dengan metode ground strap.
Menurut Alexander Yudho Adianto, blogger yang gemar otomotif, ground strap adalah grounding yang dilakukan pada kabel busi yang berfungsi sebagai booster, sekaligus stabilizer pengapian. Teknologi ground strap akan menghilangkan kapasitansi kabel busi dan menyerap frekuensi liar yang tercipta di sekeliling kabel busi.
Kapasitansi dan frekuensi ini bervariasi, tergantung kabel busi yang dipakai. Biasanya kabel busi yang "super" seperti protec racing wire akan menghasilkan arus yang lebih rendah. Sehingga dengan demikian pengaruh ground strap akan lebih terasa pada kabel busi standar. Ada pun efek yang dihasilkan mirip dengan stabilizer seperti 9Power.

Kawat kabel dililitkan/ Foto: IstimewaKawat kabel dililitkan/ Foto: Istimewa
“Untuk hasilnya bagusan mana? Ente rasain sendiri aja ye, resep ini atau 9Power,” kata Alexander Yudho Adianto yang berstatus mahasiswa dan karyawan swasta ini.
Adapun koil yang bisa menerapkan teknologi ini adalah koil Nology dan Protec Ultimate. Setelah menerapkan teknologi ini maka bisa mengamati sendiri perubahan pada api yang dihasilkan. Terutama saat ground strap diaplikasikan, api akan langsung berwarna biru dan fokus.
Untuk bisa menerapkan teknologi ini, pertama yang harus dilakukan adalah membeli kabel kawat di toko elektronik yang dijual Rp 3.000 per meter. Setelah itu, kupas kulit pelapisnya sehingga akan terlihat kawat tembaganya. Kawat tersebut lalu dililitkan di sepanjang kabel busi.
Agar menghasilkan kerja yang maksimal, sebisa mungkin kurangi panjang kabel busi dan buat lilitan yang rapat. Lilitan tidak perlu menutup semua kabel busi, namun pastikan sekitar 70-80% tertutup lilitan. Lebih rapat dan banyak lilitan maka hasilnya semakin bagus.                    
Setelah itu, ujung lilitan disambungkan atau dibaut dengan ground koil. Langkah terakhir, bungkus lilitan dengan isolasi listrik / kabel bakar. Ujung lilitan jangan lupa dihubungkan ke massa. Rakit koil ke posisi semula, untuk hasil yang optimal dan setel karburator.

Lupromax Oil Mulai Diproduksi di Indonesia

SPORTKU.COM - PT Magna Indonesia sebagai perusahaan pemegang merek Lupromax di Indonesia, hari ini (26/5) melakukan penandatanganan dan penyerahan lisensi dari Magna International (Kanada) kepada Magna Indonesia untuk memproduksi oli Lupromax serta mendistribusikan oli Lupromax tersebut ke jaringan Magna International yang tersebar di berbagai negara.

Bertempat di APL Tower markas Lupromax Indonesia, penandatanganan tersebut dilakukan oleh Ruby Widjaja, selaku CEO PT. Magna Indonesia dan Nelson Cheng selaku CEO Magna International yang disaksikan oleh Presiden Magna International dan beberapa negara dari jaringan dari Magna International, seperti Meksiko, USA, Bangladesh, Spanyol dan India.

Hasil Lupromax Oil Indonesia itu akan mulia dipasarkan pada bulan Juni 2014. Kepada SPORTKU.com, Ruby Widjaja selaku CEO PT Magna Indonesia menyampaikan,"Lisensi yang diberikan oleh Magna International kepada Magna Indonesia adalah hal yang sangat membanggakan sekaligus menjadi suatu indikator bahwa Magna International memberikan apresiasi akan keberhasilan dalam mengelola merek dan produk-produk Lupromax yang lebih dulu hadir di pasar retail Indonesia selama empat tahun terkahir ini".

"Saat ini kami sedang tahap produksi di Indonesia, selama setahun kami menargetkan ada 4,6 juta liter untuk disebar ke seluruh distributor Lupromax di Indonesia maupun untuk pasar dunia atau luar negeri," lanjut Ruby Widjaja.

Dengan iklim sosial, ekonomi, dan politik yang stabil dalam kurun waktu lima tahun terakhir di Indonesia membuat PT Magna Indonesia tidak ragu untuk menerima tantangan untuk memproduksi  dan mendistribusikan oli Lupromax ke berbagai negara.

"Banyak sisi positif yang dapat diambil dari diterimanya lisensi tersebut selain akan membuka lapangan pekerjaan baru tentunya akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepannya,"  tutup Ruby Widjaja.
Jumpa Pers Lupromax Oil Lisensi CeremonyLupromax oil, oli lupromax, pt magna indonesia, pt magna international,

Protes, Pelanggaran, & Penalti Warnai Persaingan di Brio Challenge

SPORTKU.COM - Persaingan Honda Brio Speed Challenge di seri ke-2 Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM) yang berlangsung Minggu (25/5) kemarin cukup menjadi sorotan. Pasalnya serangkaian insiden yang terindikasi pelanggaran antara pembalap-pembalap terdepan menjadi bumbu persaingan khususnya di kelas rookie.
Insiden tersebut berawal saat pembalap dari tim AMPM Futsal Corner Bintang Sobo, Uki Ifwa yang sedang memimpin balapan merasa dicurangi oleh pesaing terdekatnya Adrianda Rahmadi saat memasuki tikungan terakhir. Uki merasa mobil yang dikendarainya sengaja ditabrak dan didorong hingga menabrak tembok pembatas sirkuit.
Imbasnya, Uki gagal melanjutkan balapan karena kondisi mobil yang rusak sementara Adrianda maneruskan lomba dan finish pertama. Tidak terima hal tersebut pihak Uki Ifwa bersama ofisial tim AMPM Futsal Corner mengajukan protes.
Bermodalkan barang bukti video rekaman dan keterangan marshal sirkuit, protes tersebut langsung diproses dan diinvestigasi oleh Dewan Pengawas Lomba bersama para stewards.
Hasilnya, Dewan Pengawas Lomba mengeluarkan keputusan yang terdiri dari beberapa poin antara lain pembalap dengan nomor 89, Adrianda Rahmadi dinyatakan bersalah dan dijatuhi penalti 30 detik dari total waktu tempuh dan mendapat peringatan keras untuk tidak mengulangi tindakan tersebut di seri-seri selanjutnya (Pasal 30.5).
Kemudian untuk kedepannya, kedua pembalap tersebut Uki Ifwa dan Adrianda Rahmadi akan mendapat pengawasan ekstra dari COC dan pengawas lomba. Sedangkan putusan terakhir berisi himbauan untuk Uki Ifwa agar tidak melakukan manuver defensif yang berlebihan.
Jika dilirik dari histori persaingan antara kedua pembalap, insiden yang terjadi antara Uki dan Adrianda memang memiliki muatan persaingan tensi tinggi. Pasalnya kedua pembalap tersebut memang sedang memimpin di tangga perebutan gelar juara rookie musim 2014 ini.
Di seri perdana yang berlangsung April lalu, Adrianda sukses menempati posisi pertama disusul oleh Uki Ifwa di tempat kedua sehingga selisih poin yang tipis di tabel klasemen antara kedua pembalap ditengarai menjadi latarbelakang insiden yang seharusnya tidak terjadi.
Kondisi mobil Uki Ifwa usai menabrak tembok pembatas sirkuituki ifwa, kondisi mobil, brio challenge
uki ifwa, kondisi mobil, brio challenge

Jakarta Ban Motorsport Masih Mendominasi Euro 3000

SPORTKU.COM - Jakarta Ban Motosport kembali mempertahankan dominasinya di Euro 3000 ETCC. Berjaya di Seri 1 yang berlangsung akhir April lalu, tim Jakarta Ban lagi-lagi mengisi baris terdepan dalam lanjutan seri 2 ETCC yang berlangsung, Minggu (25/5) di Sirkuit Sentul.
Bahkan empat pembalap Jakarta Ban yang mengendarai Porsche Carrera sukses mengisi lima besar Euro 3000 master. 
Rudi SL berhasil finish pertama disusul Renaldi Hutasoit di urutan kedua. Sementara pembalap dari tim Euro Alta Racing, Ahmad Sadewa mengisi podium ketiga.
Adapun posisi keempat dan kelima masing-masing diisi oleh pembalap Jakarta Ban lainnya yakni Taufan Cahyo dan Harry Zulnardy.
Euro 3000 merupakan kelas tertinggi yang diperlombakan di balapan mobil eropa yang bertajuk European Touring Car Championship (ETCC). Musim ini ETCC mempertandingkan tiga kelas antara lain Euro Novice, Euro 2000 dan Euro 3000.
Race result Euro 3000issom seri 2, hasil, result

Uki Ifwa Kecewa dengan Putusan Pengawas Lomba

SPORTKU.COM - Pembalap dari tim AMPM Futsal Corner Bintang Sobo, Uki Ifwa mengaku kecewa atas putusan Dewan Pengawas Lomba perihal protes yang diajukannya usai balapan di seri 2 Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2014 yang berlangsung di Sirkuit Sentul, Minggu (25/5).
Berlaga di balapan Honda Brio Speed Challenge kelas rookie, Uki Ifwa merasa dirugikan atas tindakan sang rival Adrianda Rahmadi yang dinilai sengaja mendorong mobilnya hingga ke pembatas sirkuit saat ia sedang memimpin balapan di tikungan terakhir.
Karena insiden tersebut Uki pun gagal melanjutkan balapan sementara Adrianda terus melaju dan finish pertama. Protes yang diajukan pihak Uki bersama ofisial tim langsung diinvestigasi oleh Pengawas Lomba bersama para stewards, namun secara tegas ia mengatakan kecewa hasil yang dikeluarkan.
"Saya kecewa karena Adrianda hanya dihukum penalti 30 detik. Jadi dia tidak kehilangan poin, hanya turun dari posisi 1 menjadi posisi 2. Itu saja," ujar Uki Ifwa kepada SPORTKU.com.
Menurutnya hukuman yang ideal atas tindakan yang dilakukan pesaing dekatnya itu adalah diskualifikasi. Bukan tanpa alasan, Uki menjelaskan bahwa kasus yang sama pernah terjadi di kelas Brio 1.3 L musim 2013 lalu dan hasilnya berujung diskualifikasi.
"Musim lalu juga pernah kejadian yang sama antara Radityo dan Romi Tarmizi. Sama seperti saya sedang memimpin di posisi satu, di tikungan terakhir ditabrak dan nggak finish tapi yang nabrak didiskualifikasi."
"Jadi seperti tidak ada kejelasan dalam penerapan aturan. Itu sih yang membuat saya kecewa," lanjut Uki.
Adapun putusan lain yang sulit diterimanya adalah poin terakhir hasil putusan Pengawas Lomba yang menyebutkan dirinya melakukan manuver defense yang berlebihan.
"Saya dianggap melakukan over defensive, tapi setelah melihat rekaman kamera Sentul dari tower lantai 4 semua steward bilang racing line saya sudah benar dan tidak ada indikasi over defense. Tapi ya sudahlah, apa daya," tutup Uki.
Uki Ifwa, pembalap tim AMPM Futsal Corner Bintang Sobouki ifwa
Kondisi mobil Uki Ifwa usai menabrak tembok pembatas sirkuituki ifwa, kondisi mobil, brio challenge

Selasa, 20 Mei 2014

KINETIC ENERGY RECOVERY SYSTEM (KERS)

Kinetic energy recovery system adalah pengereman regeneratif yang memliki mekanisme pemulihan energi biasanya terdiri dari pengontrol motor dan motor listrik, yang bisa mengurangi kecepatan kendaraan. Ini dilakukan dengan mengubah sebagian energi kinetik menjadi bentuk energi yang berguna sebagai gantinya. Sistem ini berbeda dengan rem konvensional, yang merubah energi dari pengereman menjadi panas. Energi kinetik yang dihasilkan tadi digunakan untuk memutar roda gila dan dapat dipakai lagi pada saat diinginkan tergantung dari konfigurasi sistem. Seperti dalam F1 digunakan pada saat mobil ingin menyusul. 
Sistem ini dapat juga menyimpan energi pengereman dalam bentuk energi sebagai energi listrik seperti pada electrical regenerative brakes di rel kereta listrik sistem ini membangkitkan energi listrik kembali kedalam supply sistem. Dalam batrai listrik dan kendaraan hybrid , energi disimpan dalam batrai atau capasitor bank untuk digunakan nantinya. Selain itu energi dapat juga disimpan sebagai udara bertekanan.
Kinetic energy recovery system ini akan dipasangkan dengan transmisi CVT khusus yang dapat mengubah 6-ke-1 rasio dalam satu revolusi. Artinya, dalam 50ms, transmisi dapat mencapai nilai mendekati nol sampai kekuatan penuh. Manfaat utama lainnya adalah sistem mekanik yang sangat efisien, tidak seperti sistem penyimpanan energi yang dapat kita temui di jalan seperti Prius, tidak ada baterai yang digunakan dalam sistem ini. Dengan tidak adanya batrai artinya pengemudi lebih aman, lebih sedikit memakan tempat, dan lebih ringan bahkan sistem KERS lebih ramah lingkungan, karena tidak akan dibuat dari - atau melibatkan pelepasan - baterai lithium yang sangat beracun. 

Kinetic Energy Recovery System (KERS), akan segera diuji dengan menggunakan mesin V8 Chevy, menjadi bagian dari sistem transmisi dari mobil dan menjadikannya lebih ringan: untuk aplikasi mobil F1, variator dan rodagila memiliki berat masing-masing tidah lebih berat dari 5 kg dalam sistem dengan massa total yang tidak melebihi 25 kg. Hal ini bagus untuk pembalap Formula 1 mendatang dan untuk mobil biasa, di mana sistem ini memiliki potensi besar untuk membantu mengurangi emisi CO2 dan polusi. Jumlah energi yang dapat disimpan terbatas namun untuk aplikasi dalam kendaraan sistem ini sangat berguna dikarenakan kendaraanakan selalu melakukan percepatan dan pengereman dari belokan ke belokan lain.

Orang-orang yang mengembangkan sistem ini mengatakan alat ini dua kali lebih efisien dari sistem electric hybrids. Selain itu sistem ini memiliki keuntungan tambahan karena rodagila disegel secara vakum, sistem ini tidak mengeluarkan suara, kecuali pada bagian penghubung ke transmisi dan bearing, yang merupakan bagian yang masih mereka kembangkan. 
Roda gila ini terbuat dari baja berkekuatan tinggi dan material komposit yang memiliki tegangan maksimum yang kurang dari con-rod dari mesin pembakaran internal konvensional.
Aplikasi KERS pada mobil F1 terbukti memliki efiktivitas lingkungan tidak terlalu besar. Dalam satu putaran hanya akan menghemat sekitar 0,021 liter bahan bakar, atau sekitar 1,47 liter dalam satu pertandingan. Dan ketika dibandingkan dengan jumlah bahan bakar yang digunakan di dalam 1 musim Formula 1, jumlahnya sangat kecil. Bahkan ternyata keseluruhan bahan bakar yang dibakar selama 1 musim F1 lebih sedikit dibandingkan penerbangan tunggal dari pesawat terbang dari Paris ke New York.
Dalam F1 perkembangan teknologi untuk kendaraan roda empat terjadi dengan cepat. Jika teknologi KERS yang baru masuk ke dalam dunia balap F1 pada awal musim tidak memiliki keuntungan untuk mobil, maka pada akhir musim teknologi ini harus memiliki keuntungan. 
Teknologi ini memang masih dalam tahap pengembangan. Namun orang-orang yang mengembangkan percaya kalau sistem ini akan berhasil dan digunakan di dalam dunia F1 maupun mobil biasa. Namun penghematan yang didapat oleh sistem ini tidak terlalu menguntungkan bila dibandingkan konsumsi bensin mobil ini. Selain itu bila dibandingkan dengan konsumsi pesawat terbang dari Paris ke New York pengembangan sistem ini bisa dikatakan hanya berpengaruh sangat kecil. Seperti pada menegemen energi bangunan penghematan yang dilakukan pada sistem lighting tidak terlalu berpengaruh tetapi bila menejemen dilakukan pada sistem AC maka dapat mengurangi konsumsi energi yang lebih besar. Maka selain mengembangkan untuk penghematan pada mobil sebaiknya dibuat juga lembaga untuk melakukan managemen energi pada pesawat karena memiliki pengaruh yang lebih besar.

Selasa, 13 Mei 2014

SPORTKU.COM - Diandra Gautama adalah salah satu perempuan muda Indonesia yang mengambil jalur balap sebagai pembuktian prestasi. Meski wanita, semangat dan perjuangannya dalam bersaing di  lintasan yang didominasi kaum adam, patut diacungi jempol. Hal itu dibuktikannya dengan menjadi juara umum Mercedes Benz Club Motorsport Indonesia Race Championship 2013 di kelas B5.
Gadis cantik berambut panjang yang sehari-harinya menggeluti dunia modeling ini, pada musim 2014 memastikan diri akan kembali membuktikan kemampuannya untuk mengikuti Mercedes Benz Club Motorsport Indonesia Race Championship 2014 di kelas B5 yang akan berlangsung di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor pada akhir pekan ini, Sabtu-Minggu (26-27/4). 

"Tahun ini saya akan kembali ikut, dan tentunya sudah kangen banget sama keseruan di balapan," beber Diandra kepada SPORTKu.com. 

Ia juga menambahkan, "Mobilnya masih yang sama Mercedes Benz W124 E320. Bermesinkan 3200cc dan akan kembali turun di kelas B5." 

Pada seri kali ini, menurutnya persaingan akan semakin ketat karena terlihat dari semangat dan peningkatan animo yang terlihat dari munculnya pembalap-pembalap baru. 

Entri Populer