Selasa, 13 Mei 2014

Kezia Santoso : Bertanding Sampai Eropa Tapi Gak Tega Membunuh Nyamuk

  Pebalap berwajah kiyutzz Kezia Santoso mencetak prestasi hebat di umur 14 tahun. Saudara sepupu pebalap Rio Haryanto ini merebut gelar juara 1 di Kejuaraan Gokart Asia Max Challenge di Sirkuit Sepang, Malaysia. Pada 7 September lalu, tepat di ultahnya ke-15, pengagum Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen ini melakukan debut balap karting di Eropa. Putri sulung pasangan Yongliek Santoso-Menik Santoso ini memasang target bisa menembus balap Formula 1. Pasti bisa!
Wuiihhh, mulai balapan sejak kelas 6 SD.
    “Yang menginspirasiku terjun ke dunia balap adalah adikku, Keanon Santoso. Aku sering nemenin dia latihan balap di rental gokart di Kelapa Gading, Jakarta. Lama-lama, aku perhatiin kok seru ya? Aku iseng-iseng nyoba gokart. Seingatku itu akhir tahun 2009 (Waktu itu Kezia kelas 6 SD).”
Kelas 1 SMP, debut Kezia di balap profesional.
    “Aku mulai berlatih gokart di sirkuit Sentul pada pertengahan tahun 2010. Papa dan mama mensupport aku untuk ikut kejurnas balap profesional di kelas Mini Rock. Pertama kali balap, aku finish di urutan terakhir. Aku terus latihan dengan semangat, sampai akhirnya aku naik ke kelas Junior Rotax Max pada pertengahan tahun 2011. Awal tahun 2012, aku mulai deh ikut kejuaraan tingkat Asia.”
Butuh waktu 1,5 tahun untuk falling in love di dunia balap.
    “Begitu sampai di tingkat kejuaraan Asia, aku baru yakin kalo dunia balap akan jadi masa depanku. Aku mulai serius dan disiplin berlatih bersama tim, TKM (Triple K Motorsport). Aku dibantu Dicky Setiawan (pelatih teknis) dan Dennis van Rhee (pelatih fisik Rio Haryanto).”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer